Jumat, 10 Januari 2014

Hubungan Psikologi dengan Sistem Informasi

Sebelum menjelaskan mengenai psikologi dan sistem informasi, kita lihat pengertian mengenai psikologi maupun sistem informasi : Menurut Knight and Knight: Psikologi adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau social. Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi danmanajemen, Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Jadi hubungan antara psikologi dengan sistem informasi adalah berkaitan erat dengan proses tingah laku dan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu perlu ada keseimbangan antara sistem informasi dan psikologi yaitu pola pikir SDM yang memadai untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu SDM. Jadi berinteraksi dengan lingkunganya tidak bermasalah dan perilaku pun dipelajari untuk deapat berinteraksi dengan orang lain menjadi lebih baik. Sumber : http://psikologizone.blogspot.com/2011/02/definisi-psikolog-menurut-beberapa-ahli.html http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

Jumat, 03 Januari 2014

Pengorganisasian Struktur Manajemen (bagian 2)

MANFAAT STRUKTUR FUNGSIONAL DAN STRUKTUR DIVISIONAL Orang-orang dikelompokkan ke dalam departemen departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja. Dengan struktur fungsional, organisasi membentuk divisi-divisi semi otonom, dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Masing-masing divisi mengembangkan strategi tingkat unit bisnis dan memiliki fungsi produksi, pemasaran, akuntansi dan fungsi lainnya. Manajer fungsi melapor pada manajer divisi yang kemudian melapor pada manajer korporat. Pembagian divisi pada umumnya dilakukan atas dasar produk, geografis, dan pasar/pelanggan. Struktur fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Individu yang memiliki keahlian yang sama dikelompokkan bersama. Struktur fungsional terdiri dari fungsi-fungsi utama organisasi, yaitu: produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia/SDM. Kelebihan: 1. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi 2. Memusatkan keahlian organisasi 3. Memudahkan manajer dalam melakukan monitoring dan mengevaluasi kinerja karyawan 4. Memerlukan koordinasi internal yang minimum 5. Meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya 6. Sesuai untuk lingkungan yang stabil Tipe Struktur Fungsional Mendesain struktur berdasar fungsi-fungsi yang ada dalam suatu organisasi/divisi/sub divisi. Misal fungsi niaga, fungsi SDM dan fungsi teknik. Tipe ini memiliki kelebihan seperti berikut. 1. Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi 2. Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas 3. Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut: 1. Lingkungan stabil 2. Tugas bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi 3. Mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional Namun tipe fungsional juga memiliki sejumlah keterbatasan, seperti : 1. Menekankan pada rutinitas tugas — kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang 2. Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit 3. Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi 4. Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi — dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan Struktur fungsional – jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif . Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam: Departemen dikelompokkan ke dalam divisi mandiri terpisah berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis. Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan bukannya kesamaan keterampilan. 1. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut. 2. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur. 3. Struktur geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah. Kelebihan: 1. Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil. 2. Memungkinkan pembuatan keputusan strategis yang lebih luas dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas. 3. Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik. 4. Manajer dapat memilih struktur (produk, geografis, pasar) yang paling sesuai dengan divisinya. 5. Sesuai untuk lingkungan yang cepat berubah, tanggapan yang cepat pada perubahan karena adanya. B. KERUGIAN STRUKTUR FUNGSIONAL DAN STRUKTUR DIVISIONAL Struktur Fungsional Kelemahan : 1. Menimbulkan kesulitan dalam komunikasi dan konflik antar fungsi. 2. Menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan. 3. Memberikan respon yang lebih lambat terhadap perubahan. 4. Anggota fungsi hanya berfokus pada kepentingan tugas-tugasnya sehingga cenderung berpandangan sempit dan dapat merugikan organisasi secara keseluruhan. Struktur Divisional :Kelemahan: 1. Memungkinkan berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas. 2. Kepentingan divisi mungkin ditempatkan di atas kepentingan organisasi secara keseluruhan. 3. Kebijakan divisi tidak konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi. 4. Timbulnya masalah dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya perusahaan. 5. Adanya duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu. 6. Duplikasi sumberdaya lintas divisi. 7. Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi. 8. Koordinasi yang buruk lintas divisi. 9. Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak. 10. Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan Referensi jurnal: http://repository.binus.ac.id/content/A0172/A017299334.ppt